Ulama Banten Marah Helikopter Prabowo Dilarang Mendarat, Bupati Sampai Dibilang Gila

shares

Ulama Banten marah lantaran helikopter dari Prabowo Subianto dilarang mendarat di Alun-alun Pandeglang.

Abuya Murtadho mengatakan bahwa Bupati Pandeglang, Irna Narulita dengan sebutan gila. Prabowo diberitahukan bahwa helikopternya tak boleh mendarat di alun-alun Pandeglang. Kemudian, Prabowo memutuskan untuk mendarat di Lapangan Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Kemudian, Ia langsung mengunjungi kediaman dari adik ulama di Banten, Abuya melalu jalur darat.

“Sebetulnya sudah berulang kali mau ke sini, dengan berbagai cara, bagaimana caranya agar Prabowo jangan di potong ketemu saya. Sudah beberapa kali di potong ini. Bisa di bayangkan Bupati kita pesawat mau turun disana enggak boleh, apa dasarnya? Itu tuh alun-alun saya (Rakyat),” tegas Abuya di kediamannya.

Abuya menjelaskan bahwa sebelum Prabowo datang, para pendukung meminta untuk pemberhentian helikopter di Cidahu.

“Beliau (Prabowo) menghendaki turun disini, tapi di sekitar sini enggak ada (Tempat). Semalam itu sampai jam 2 survei tenpatnya tapi enggak ada, beberapa kali ke Alun-alun, lihat Alun-alun tetap enggak boleh. Ini kan gila Bupati kita ini, bisa di bayangkan sampai jam 03.00 WIB dinihari, belum boleh, saya tanyakan dasarnya apa,” ucapnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menegaskan bahwa kebijakan pelarangan itu tak ada hubungannya dengan politik. Ia mengatakan hanya menegakkan peraturan yang tertera di dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.


“Soal beda pilihan enggak masalah itu, saya enggak menggangu 02 maupun 01. Intinya aturan harus dipakai, itu kan aset negara,” tegas Irna.

“Saya juga arahkan (pendaratannya) ke Cadasari, tapi kan enggak mau. Maunya di jantung kota. Kalau di alun-alun kan aset pemkab, nanti kalau turun di sana. Massa mengeruduk, ada yel-yelan dan lain-lain. Nanti tercederai,” sambungnya.
loading...

0 comments:

Post a Comment