Waketum Gerindra Tuding Jokowi Terlibat Kasus Suap Romahurmuziy, TKN: 1x24 Jam Pernyataan Tidak Dicabut, Kita Lapor Polisi

shares

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono mengaku curiga terhadap Ketum PPP, Romahurmuziy yang telah ditangkap oleh KPK lantaran mencari uang kampanye untuk Presiden Jokowi.

"Saya sebagai bagian dari TKN atas nama pribadi sangat mengecam pernyataan Bapak Poyuono yang merupakan fitnah kejam kepada Pak Jokowi sebagai Presiden," tegas anggota Direktorat Hukum dan Advokasi TKN, Erlinda.

Erlinda mengatakan kalau kasus Romahurmuziy tak ada hubungannya dengan Presiden Jokowi, apalagi KPK belum mengeluarkan keterangan resmi.

"Pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono tidak menghormati proses yang masih berproses apalagi KPK belum menetapkan siapa saja sebagai tersangka. Kami meminta Pak Poyuono tidak membangun opini jahat apalagi dikaitkan dengan pilpres, dan memfitnah Pak Jokowi cari dana kampanye," ungkapnya.


Erlinda mengatakan bila selama ini tidak pernah melakukan intervensi hukum apapun. Jokowi pun dianggap memberikan dukungan penuh terhadap pemberantasan korupsi.

"Pemerintah era Pak Jokowi sangat mengedepankan akuntabilitas sebagai bentuk melawan Korupsi, hukum wajib ditegakkan untuk orang besar/ berkuasa dan masyarakat (tidak ada tebang pilih) hukum tajam keatas dan ke bawah," ucap Erlinda.

"Oleh karena itu kami meminta segera melakukan pencabutan pernyataan Waketum Gerindra Bapak Arief Poyuono di media dan apabila dalam waktu 1×24 jam tidak ada pernyataan sekaligus permintaan maaf, maka saya akan melaporkan tindakan penyebaran fitnah dan membuat kegaduhan / keonaran serta menyerang pribadi seorang Presiden," tutupnya.

loading...

0 comments:

Post a Comment