PSI Mulai Berani Menyentil, Dibalas dengan Seruduk Banteng oleh PDIP

shares

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengeluarkan kritik keras kepada parpol nasionalis lantaran dianggap bungkam mengenai isu intoleransi di Indonesia.

PDIP menilai bahwa partai yang diketuai oleh Grace Natalie ini kekurangan informasi yang akurat mengenai hal tersebut.

"Mungkin partai baru ini kurang informasi. Dalam kasus-kasus tertentu terlihat genit atau lebai," tegas Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.

Hendrawan kemudian memberikan contoh pada waktu PDIP hadir di dalam penyelesaian permasalahan kebangsaan.


Ia menganggap kalau PSI hanya bisa berwacana saja namun minim implementasinya di lapangan.

"Dalam kasus teror sedekah bumi, tim kami di Yogya, dikoordinir anggota DPR Myesti Wijayati, bekerja dengan komponen kebangsaan lain, melakukan penguatan keberanian perlawanan masyarakat. Terhadap rekomendasi NU terhadap berbagai persoalan kebangsaan, kami tidak hanya memberi apresiasi, tetapi melakukan implemementasi sampai akar rumput," tegas Hendrawan.

"Mungkin PSI lebih tertarik gembar-gembor (berwacana) daripada kerja konkret di lapangan. Soal RUU Pesantren dan Pendidikan Agama, masih draf sudah didramatisasi dengan hiperbolisme politik. Mereka tidak tahu bahwa setiap fraksi, komisi, bahkan anggota, berhak mengusulkan RUU. Prosesnya panjang dan berliku. Membuka ruang dialog adalah proses mendewasakan kehidupan bangsa," lanjut dia.

Ia pun meledek PSI sebagai Partai yang hanya bisa berkutat pada diksi, sedangkan PDIP mengimpelementasikan ideologi ke dalam Kerja Nyata.

"PSI pandai berkata-kata dengan diksi dan narasi yang menarik. Sementara kami lebih sibuk menerjemahkan ideologi ke dalam krida dan kerja politik kongkrit, melalui siklus internalisasi, sosialisasi, eksternalisasi, dan kombinasi dari berbagai metode pembumian gagasan," ungkapnya.

Sebelumnya, Grace Natalie melontarkan pernyataan keras mengenai intoleransi di Indonesia.

"Ke mana kalian--Partai Nasionalis--pada September 2018 ketika Ibu Meliana, korban persekusi yang rumahnya dibakar pada saat dia dan anak-anaknya ada di dalamnya, justru divonis bersalah penjara dua tahun oleh pengadilan," sindir Grace.

"Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel pemerintah kota di Jambi karena adanya ancaman dan desakan sekelompok orang. Hanya PSI yang mengecam. Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes itu?" ungkapnya.
loading...

0 comments:

Post a Comment