MK Tegaskan Presiden Jokowi Tidak Wajib Cuti, Cak Khum: Terserah Kalian, Rakyat Sudah Bosan

shares

Beberapa mahasiswa mempermaslahkan tentang UU Pemilu yang tak mewajibkan Presiden untuk mengambil cuti kampanye lalu menggugatnya ke MK.

Di dalam putusannya, MK menegaskan bahwa Presiden tak perlu mengambil cuti kampanye.

UU Pemilu yang dimaksud yaitu Pasal 299 ayat 1 yang berbunyi:

Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak untuk melaksanakan Kampanye.

"Justru akan menjadi bertentangan dengan semangat Pemilu (dan dengan demikian bertentangan dengan UUD 1945) jika Presiden dan/atau Wakil Presiden petahana yang hendak mencalonkan diri kembali sebagai Presiden dan Wakil Presiden (sepanjang memenuhi ketentuan Pasal 7 UUD 1945) tidak diberi hak untuk melaksanakan kampanye," tegas majelis konstitusi.

Hal ini lantaran kalau dilakukan berarti ada perlakuan berbeda terhadap calon Presiden dan Wakil Presiden Petahana dengan lainnya untuk hal atau kedudukan yang sama.

"Persoalan apakah hak itu akan digunakan atau tidak, hal itu sepenuhnya berada di tangan yang bersangkutan. Hanya saja, karena kedudukannya sebagai petahana, maka terhadap calon Presiden dan/atau calon Wakil Presiden petahana diberlakukan pembatasan agar dalam melaksanakan haknya untuk berkampanye yang bersangkutan tidak menyalahgunakan kedudukannya sebagai petahana," terangnya.

"Dengan adanya kewajiban dan larangan di atas, dengan sendirinya calon presiden dan/atau calon wakil presiden petahana akan dituntut untuk cermat memilih hari atau waktu melaksanakan kampanye sehingga tidak melanggar kewajiban dan/atau larangan yang ditentukan dalam Undang-Undang," tutupnya.


Tetapi menanggapi hal tersebut, Cak Khum lewat akun twitternya merasa tidak puas hingga mengatakan kalau rakyat sudah menginginkan perubahan.

"Terserah klean lah, suka-suka klean, yang pasti rakyat sudah ingin perubahan, itu aja, rakyat sudah bosan dengan janji-janji yang tidak ditepati.

#TumbangkanCapresPendusta"



Bagaimana menurut kalian?

loading...

0 comments:

Post a Comment