Kesuksesan Anies-Sandi: Berhasil Membuat Warga Betawi Kecewa Berat

shares

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta sepakat dengan Forum Betawi Rempug (FBR) yang menganggap Gubernur DKI Jakarta belum berpihak pada pelestarian budaya Betawi. PDIP lantas membandingkan Anies dengan Jokowi saat duduk di kursi DKI-1.

"Memang belum menampakkan keberpihakan, contoh pelestarian Betawi, itu tidak tampak. Beda dengan Pak Jokowi dulu di Situ Babakan, gelontorkan anggaran untuk pelestarian budaya Betawi, sebagai cagar budaya Betawi. Anies itu belum tampak, sementara perangkat untuk memberdayakan Betawi besar dengan telah ditetapkan peraturan tentang pemberdayaan Betawi," ucap Gembong saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/3/2019).

Menurut dia, Anies harus segera mengeluarkan Pergub terkait Pelestarian Betawi. Pergub tersebut lah yang nantinya akan melakukan pengawasan dalam pelestarian maupun pengembangan kebudayaan Betawi.

"Implementasi belum. Seharusnya setelah itu di-launching, ada aturan pendukung yaitu pergub tentang seluruh kantor di Provinsi DKI Jakarta, hotel di seluruh DKI Jakarta misal, seperti itu didorong mewujudkan bagaimana budaya Betawi kembangkan di Jakarta," ujarnya.

Tanpa ada Pergub, lanjut Gembong, minim payung hukum untuk kegiatan pelestarian Budaya Betawi. Jika lama selesai, maka akan menghambat proses pelestarian budaya Betawi.

"Pelaksanaan, pergub yang segera terealisasi program Betawi. Itu harus diwujudkan, kalau tidak, ya akan begini terus tidak berkembang," ucap Gembong.

Selain itu, di Jakarta minim ruang untuk pentas kesenian Betawi. Gembong, membandingkan dengan daerah di kawasan Solo maupun Yogyakarta.

"Ruang untuk tampil seni Betawi belum. Beda di Yogya, Solo, banyak ruang untuk bisa mengekspresikan seniman-seniman, yang bisa tampil dalam rangka memberdayakan seniman wilayah. Jakarta belum ada. Situ babakan belum tampung itu, belum mampu jadi icon pemberdayaan budaya Betawi bisa tumbuh dan berkembang di sana," ucap Gembong.

Sebelumnya, saat menjatuhkan pilihan kepada capres Joko Widodo (Jokowi), FBR menyinggung program pemberdayaan budaya Betawi yang dianggap tak jalan saat kepemimpinan Anies. FBR menilai Anies belum menjalankan implementasi dari Pergub nomor 4 tahun 2015 tentang pelestarian dan kebudayaan Betawi.

"Tapi Anies-Sandi 2 bulan dia menjabat gubernur, kami masyarakat Betawi memberi dia gelar 'Abang Betawi', namun sampai saat ini implementasi dari Perda Nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian dan Kebudayaan Betawi itu terkesan setengah hati dia lakukan. Memang waktu kemarin dia mengangkat beberapa wali kota dari Betawi, tapi kita tidak bicara person lah. Kita bicara sistem yang bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat Betawi," jelas Ketua Umum FBR Lutfi Hakim.


"Perda itu masih perlu disempurnakan dengan beberapa pergub. Tapi itu tidak terealisasi hingga saat ini. Padahal Jokowi tidak pernah kita kasih gelar 'Abang'. Anies-Sandi-lah yang kita kasih gelar 'Abang Betawi' tapi kepeduliannya kepada masyarakat Betawi itu masih setengah hati. Padahal ketika masyarakat Betawi memberi dia gelar 'Abang', itu merupakan komitmen dari masyarakat Betawi untuk terus mengawal dan mendukung program-program Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies-Sandi saat itu," sambungnya.

https://news.detik.com/berita/d-4460433/pdip-anies-belum-perlihatkan-keberpihakan-dalam-pelestarian-betawi?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.19250488.1296718723.1549668778-1687481816.1549668778
loading...

0 comments:

Post a Comment