Kesal Polemik Jual Saham Bir Semerawut, DPRD DKI Sebut Anies Baswedan Gubernur Lebay

shares

Pernyataan DPRD DKI Jakarta yang membandingkan saham PT Delta Djakarta dengan Bank DKI ditanggapi oleh Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin. Menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang berbeda.

Novel mengaku pihaknya sudah lama mendorong Pemprov DKI Jakarta menetapkan langkah untuk mensyariahkan bank milik pemerintah daerah tersebut. Sebab, ia melihat ini menyangkut moral umat.

"Kami juga akan meminta pelan-pelan mensyariahkan Bank DKI dan sebagainya, ini kan prosesnya perlu tahapan untuk bisa membangun moral rakyat umat islam di ibu kota ini," jelas Novel, Kamis (7/3).

Terlebih, selama ini langkah baik telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta secara bertahap untuk menutup tempat-tempat hiburan. Menurutnya saat ini adalah fokus mengawal divestasi Pemprov DKI Jakarta atas emiten berkode DLTA tersebut.

"PT Delta itu saja dulu nanti selebihnya itu kebijakan yang kami harus diskusikan, yang kami harus kaji lagi untuk ke depan bersama Pemprov, bersama ulama, bersama umat untuk terus kita membangun moral bangsa ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus membandingkan saham PT Delta Djakarta, dengan aset Bank DKI. Menurutnya Anies terlalu berlebihan menanggapi persoalan saham ini.

"Sudahlah, gubernur nggak usahlah terlalu lebay (berlebihan). Kalau mau jual saham bir, jual saja. Karena bir itu mungkin sesuatu yang buruk bagi masyarakat DKI dan haram. (Tapi) Pertanyaannya, Bank DKI kapan? Karena ada riba di sana," kata Bestari.


"Menurut saya Pak Anies lebih harus memikirkan penjualan Bank DKI, daripada saham bir. Atau mensyariahkan Bank DKI," tambahnya.

https://www.jawapos.com/jpg-today/08/03/2019/dianggap-riba-pa-212-desak-anies-syariahkan-bank-dki
loading...

0 comments:

Post a Comment