Jasa Presiden Jokowi di Upaya Pembebasan Siti Aisyah yang Diperalat Intelijen Korut

shares

Dubes Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana mengatakan bahwa kebebasan dari Siti Aisyah yang didakwa membunuh Kim Jong Nam merupakan jasa dari Presiden Jokowi serta jajarannya.

Ada rangkaian pertemuan yang dikatakan oleh Rusdi menjadi alasan dari pembebasan tersebut.

Ia menjelaskan kalau pembebasan tersebut didasari oleh permintaan dari Menkum HAM, Yasonna Laoly terhadap Jaksa Agung Malaysia hingga memutuskan untuk menggunakan wewenangnya.

Alasan dari Yasonna mengajukan permohonan itu karena Ia meyakini bila Siti melakukan untuk kepentingan reality show, sehingga tak ada niat untuk membunuh Kim Jong Nam.

Tak cuma itu saja, Siti juga dibohongi serta tak menyadari sama sekali kalau Ia tengah diperalat oleh intelijen Korea Utara.

Permintaan dari Yasonna ini juga mendapat arahan langsung dari Presiden Jokowi usai berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Menlu RI, Polri, Jaksa Agung hingga BIN.

"Upaya ini sebelumnya juga selalu diangkat dalam setiap pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia, baik pada tingkat Presiden, Wakil Presiden maupun pertemuan reguler Menteri Luar Negeri dan para Menteri lainnya dengan mitra Malaysia-nya," tegas Rusdi.

Sedikitnya ada 2 pertemuan yang paling berpengaruh terhadap pembebasan Siti Aisyah.


"Di antaranya pada pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Juni 2018 di Bogor dan pertemuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan Perdana Menteri Malaysia pada tanggal 29 Agustus 2018 di Putrajaya, Malaysia," tutup Rusdi.
loading...

0 comments:

Post a Comment