Galaknya Hakim Sidang Habib Bahar, Pengacara Dibentak Langsung Terdiam

shares

Habib Bahar bin Smith menjalani sidang perdana pada Kamis (28/2) kemarin. Habib Bahar didakwa kasus penganiayaan terhadap dua remaja.

Sidang itu dipimpin hakim Edison Muhamad. Gayanya dikenal tegas dalam mengatur ritme sidang. Hal itu terlihat saat hendak menutup sidang Habib Bahar Bin Smith. Ia memerintahkan para pengacara untuk memberikan tanggapan sebelum sidang ditutup.

Berdirilah seorang pengacara yang ada di bagian belakang.

"Mohon diberi kesempatan 3 menit. Ada sebuah hukum positif yang harus dilaksanakan untuk mencapai keadilan. Apa itu? KUHAP. Di sini dihubungkan dengan klien kami, adalah..," kata si pengacara.

Namun belum selesai si pengacara berbicara, Edison langsung memotong dengan nada tegas.

"Cukup, cukup, cukup," kata Edison mengulangi kata-katanya hingga 3 kali.

"Sebentar Pak," kata si pengacara mencoba menimpali lagi.

"Cukup! Duduk! Cukup!" kata Edison lagi dengan suara lantang. Mendapati hal itu, si pengacara yang awalnya ingin meneruskan kalimatnya, langsung terdiam.

"Tadi sudah mau eksepsi kan? Masukan semuanya dalam eksepsi. Saya harus tegas karena saya memimpin persidangan ini harus berjalan lancar dan tertib. Yang bertele-tele dan tidak perlu, masukan semuanya ke eksepsi saudara nanti. Nanti akan kita pertimbangkan," papar Edison.

Mendapati nada tinggi ketua majelis, semua pengunjung sidang terdiam.

"Kami tidak ada debat kusir. Mau KUHAP dan sebaginya, masukan ke sana, setuju? Saudara kupas lengkap di sana. Setuju saudara?" tanya Edison ke penasihat hukum dan jaksa yang langsung diaminkan.

Edison meminta jaksa dan tim pengacara membuat tim koordinator sehingga arah pembicaraan jadi lebih tertib.


"Kalau semua ngomong, debat kusir kita. Bukan di sini tempatnya. Ada ketentunnya," kata Edison kembali dengan nada tegas.

https://news.detik.com/berita/d-4451617/gaya-tegas-hakim-kasus-habib-bahar-bin-smith-bikin-merinding?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.73785234.1296718723.1549668778-1687481816.1549668778
loading...

0 comments:

Post a Comment