Andi Arief Berstatus Pasien Sukarela, Kepala Humas RSKO: Selama Ini Belum Pernah Terjadi

shares

Kepala Unit Humas RSKO, Bagus Aryo Wibowo menegaskan bahwa Andi Arief tak wajib melanjutkan konsultasi medis mengenai narkoba.

Ia menuturkan kalau pihaknya tak bisa memaksa Andi Arief untuk bisa berkonsultasi terkait penggunaan narkoba.

"Enggak ada (kewajiban). Terserah si pasien. Mau dilanjutkan atau tidak. Dia mau datang lagi silakan. Enggak datang lagi juga ya monggo. Enggak jadi masalah," tegas Aryo.

Bagus menuturkan kalau Andi hanya berstatus sebagai pasien sukaerla. Ia bukan menjadi pasien titipan dari pihak kepolisian, kejaksaan atau BNN.

Hal ini oleh karena RSKO tak mendapatkan surat apapun dari lembaga hukum yang mengusut kasus penggunaan narkoba oleh Andi Arief.

Bagus menjelaskan kalau Andi ataupun RSKO tak wajib memberikan hasil dari konsultasi yang sudah dijalani kepada lembaga hukum.


"Kalau dari kepolisian dan kejaksaan itu meminta kita dengan permohonan, kita bisa (memberikan hasil konsultasi medis). Cuma masalahnya kan tidak ada permohonan kita memperlakukan Pak AA ini sebagai pasien biasa. Normal-normal saja," ungkap Bagus.

Ia mengatakan kalau baru kali ini mendapatkan kasus seperti Andi. Biasanya seseorang yang ditetapkan sebagai pengguna oleh Kepolisian dan BNN bakal menjadi pasien titipan waktu dibawa ke RSKO.

Hal ini berbeda dengan Andi yang hanya menjalani konsultasi atas keinginannya sendiri serta berstatus sebagai pasien sukarela.

"Selama ini kayaknya belum pernah ya. Selama saya di RSKO belum pernah. Yang ada adalah titipan dengan surat dari kejaksaan atau BNN, masuk di sini ya statusnya tahanan," tutup Bagus.
loading...

0 comments:

Post a Comment